ITS – Konjen Australia Perkuat Kerja Sama Akademik dan Riset Inovasi

    ITS – Konjen Australia Perkuat Kerja Sama Akademik dan Riset Inovasi
    Foto bersama para pimpinan ITS dengan delegasi dari Konsulat Jenderal (Konjen) Australia di Surabaya yang bertempat di Gedung Rektorat ITS

    SURABAYA -  Konsulat Jenderal (Konjen) Australia di Surabaya melakukan kunjungan ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Rabu (30/3/2022), untuk mempererat hubungan dan kerja sama yang sudah terjalin sejak 2017 lalu. Kunjungan ini dimaksudkan untuk membahas lebih lanjut mengenai kerja sama akademik, riset dan inovasi antara ITS dengan Australia.

    Bertempat di Ruang Rapat Pimpinan (Rapim) Gedung Rektrorat ITS, pertemuan yang berlangsung kurang lebih satu jam ini dihadiri oleh Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng, Direktur Pendidikan ITS Dr Eng Siti Machmudah ST MEng, Direktur Pengembangan Akademik dan Pascasarjana ITS Prof Dr rer pol Heri Kuswanto MSi, serta Direktur Inovasi dan Kawasan Science Technopark (DIKST) ITS Agus Muhamad Hatta ST MSi PhD, beserta jajaran pimpinan ITS lainnya. Dari pihak Konjen Australia, dipimpin langsung oleh Konsul Jenderal Australia di Surabaya Fiona Hoggart bersama Konselor Pendidikan Riset Australia Han Xiao Zhang dan jajarannya.

    Pada kesempatan tersebut, Fiona melihat perkembangan kerja sama ITS dengan kampus di Australia yang sangat berkembang pesat dan terjadi long standing collaboration. Saat ini sudah terdapat 16 universitas atau institut di Australia yang telah bekerja sama sebagai mitra ITS. Antara lain adalah Curtin University, The University of Queensland, dan lain sebagainya. “Dengan adanya kolaborasi tersebut, kami sangat antusias untuk menjalin pengembangan riset, terkhusus pada inovasi kembali dengan ITS, ” ucapnya.

    Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng (kanan) dan Konsul Jenderal Australia di Surabaya Fiona Hoggart saat memimpin diskusi pengembangan akademik dan riset inovasi di Gedung Rektorat ITS

    Hal tersebut ditimpali oleh Han Xiao Zhang bahwa kolaborasi ITS dengan Australia sudah memasuki pasar teknologi 4.0, di antaranya melalui sains, material,  nanotechnology, dan computing engineering. Tak hanya itu, Surabaya dan Australia juga semakin menunjukkan eksistensinya melalui program Western Australia and East Java University Consortium (WAEJUC) yang berfokus pada riset akademik dan publikasi internasional.

    Sedangkan secara luas, ITS juga tergabung dalam Australia-Indonesia Centre (AIC) yang berkolaborasi dengan pemerintahan mengenai teknologi industri. Untuk saat ini, ITS dan AIC sendiri telah menyumbangkan dosen laboratorium transportasi di klaster infrastruktur dan dosen laboratorium agriculture planning.

    Menanggapi persoalan tersebut, Rektor ITS yang akrab disapa Ashari tersebut mengungkapkan bahwa ITS selalu siap untuk terus mengembangkan riset dan inovasi di Asia yang akan didukung dengan 10 laboratorium riset inovasi dan empat klaster industri teknologi yang ada di ITS, yaitu otomotif, maritim, robotika, dan digital kreatif industri. “Jika nantinya akan dilakukan kolaborasi besar, maka diharapkan akan terjadi sebuah perubahan besar bagi dunia dan universitas, ” ujarnya bangga.

    Ashari juga memaparkan bahwa ITS akan melakukan pembangunan skala besar ITS Science Techno Park, berupa Higher Education for Technology and Innovation (HETI) Project yang dicanangkan selesai di tahun 2027. Proyek ini dibuat dengan pertimbangan pemanfaatan empat klaster industri teknologi agar lebih baik dan bermanfaat di masyarakat.

    Dengan adanya HETI Project ini, perkembangan industri di ITS bisa menjadi pionir utama kemajuan pembangunan akademik dan riset inovasi di wilayah Surabaya, Jawa Timur dan bisa meluas ke Indonesia, bahkan internasional. “Pusat Bahasa dan Budaya ITS (sekarang Unit Pusat Bahasa Global) juga akan direnovasi dan dihadirkan ke masyarakat mancanegara, ” tandasnya.

    Penyerahan cinderamata karya ITS Research Center dari Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng (kanan) kepada Konsul Jenderal Australia di Surabaya Fiona Hoggart.

    Dari pertemuan diskusi pengembangan akademik dan riset inovasi di ITS ini, Guru Besar Teknik Elektro ini berharap penuh kepada Konjen Australia untuk terus berkolaborasi dan bekerja sama baik dengan ITS. Terutama untuk terus mengembangkan sivitas akademika dua negara di bidang sains, teknologi, pendidikan dan inovasi. “Ke depannya, bisa merambah ke dunia pemerintahan kedua negara, ” tutupnya. (HUMAS ITS).

    Reporter: Fauzan Fakhrizal Azmi

    SURABAYA
    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono

    Artikel Sebelumnya

    Menghadapi Defisit Air, ITS Inovasikan Sterilisasi...

    Artikel Berikutnya

    Menilik Dinamika Sinema Indonesia dalam...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Sumarno

    Sumarno verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 0

    Registered: Jan 15, 2022

    Muh. Ahkam Jayadi

    Muh. Ahkam Jayadi verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 0

    Registered: Jan 16, 2022

    Aa Ruslan Sutisna

    Aa Ruslan Sutisna verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 2

    Registered: Jan 21, 2022

    Yandi Arief

    Yandi Arief verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 0

    Registered: Sep 5, 2020

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Mahasiswa ITS Gagas Rompi Detektor Serangan Jantung Koroner
    Ini Perbedaan Teknik Geomatika dan Teknik Geofisika ITS
    ITS Sosialisasikan Jadwal Penerimaan Mahasiswa Baru
    Pakar UNAIR: Tradisi Lebaran Bukan Sekadar Kumpul Keluarga

    Follow Us

    Recommended Posts

    Universitas Brawijaya Bersiap Memilih Rektor 
    Bupati Pasuruan Angkat Tema Kopi dalam Disertasinya 
    UTBK di UB Diikuti Tujuh Peserta Difabel
    LPP Rancang SOP Untuk Persiapan Pembentukan Program Studi Baru 
    Perjanjian Kerjasama Perpustakaan UB dan Fakultas Vokasi UNAIR